Ali Syariati: dari Revolusi Diri ke Revolusi Sosial

Pada bagian awal buku ini (bab pertama), penulis mengu­las tentang biografi singkat yang bertujuan untuk mema­hami sosio kultural yang membentuk karakter Ali Syariati. Ada beberapa hal yang coba diuraikan: yang pertama, bagaimana sepak terjang beliau sewaktu kecil hingga de­wasa, perjumpaannya dengan berbagai pemikir-pemikir Barat maupun Islam di dalam perpustakaan ayahnya. Kedua, peran ayahnya sebagai guru yang telah mengajar­kan Syariati seni dalam berpikir. Ketiga, memotret Syariati, ketika memasuki dunia kampus dan mulai terlibat dengan gerakan politik. Pada momen itu, penulis memotret Syariati menjadi aktivis politik yang revolusioner. Keempat, me­nelusuri perjalanannya melanjutkan pendidikan ke Paris, Prancis, yang juga bagian terpenting untuk diketahui bila ingin mengenal sosok Syariati. Di sinilah Syariati berjumpa beberapa gagasan Barat seperti marxisme, eksistensialisme, liberalisme, dan sebagainya, yang di kemudian hari Syariati kritik sendiri. Selanjutnya, memotret perjuangan sekembalinya ia dari Paris. Di sini, Syariati tampil semakin blak-blakan mengkritik pemerintahan Syah yang tiran. Karena sikap kritisnya itu, ia beberapa kali mendekam da­lam penjara. Yang terakhir, perjalannya ke Inggris untuk “menghindari” tekanan pemerintah Syah pada waktu itu. Dan rupanya itu adalah perjalanan terakhirnya, di mana ia kemudian syahid.

Bab kedua mengulas bagaimana Ali Syariati menaf­sirkan doktrin Islam yakni tauhid yang memiliki implikasi sosial. Bagi Syariati, tauhid adalah meng-Esa-kan Tuhan. Tauhid merupakan pandangan dunia yang kemudian bermetamorfosis menjadi ideologi yang membebaskan kaum lemah. Bab ketiga membahas tentang salah satu gagasan penting Syariati yakni manusia. Ulasannya mu­lai dari penciptaan manusia hingga kritik terhadap Barat mengenai humanisme. Bab ini juga mengulas tentang ci­ta-cita sejati manusia yakni menuju kesempurnaan. Kon­sepsi manusia sempurna Syariati bukanlah manusia yang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan yang kemudian menafikan realitas sosial.

Bab keempat membahas perihal sosiologi Islam. Da­lam uraian bab ini, penulis menampilkan sebuah paradigma sosiologi Islam Ali Syariati. Sosiologi Islam Syariati adalah interpretasi terhadap doktrin Islam seperti peristiwa Qabil dan Habil sebagai sejarah awal kontradiski antara haq dan bathil. Terma an-Nas dalam al-Quran yang ia terjemahkan sebagai massa untuk menopang sebuah perubahan. Massa adalah perwujudan masyarakat egaliter, adil dan sejahtera yang kemudian terangkum dalam tatanan yang disebut ummah. Dan ummah membutuhkan imamah sebagai wa­jah ideal pemimpin dalam ummah. Bab terakhir, mengulas gagasan Syariati perihal perempuan ideal yang patut dicon­toh dan diteladani bagi perempuan tradisional maupun modern. Sosok seperti Fatimah, juga Sitti Zainab, perlu diangkat ke permukaan sebagai diskursus sehingga tersam­paikan pesan-pesan Fatimah sebagai perempuan ideal dan sempurna yang pernah dimiliki oleh dunia.

Buku ini diberi judul “Ali Syariati: Dari Revolusi Diri Menuju Revolusi Sosial”, karena, pertama, berangkat dari sosok Ali Syariati sendiri. Saya terinspirasi dari sikap dan pilihan hidup Syariati. Bagi Syariati, cita-cita dalam menyelesaikan problem sosial bangsanya diawali dengan perenungan transenden. Bahwa sebuah jalan dalam men­ciptakan revolusi sosial adalah sesuatu yang berkorelasi dengan revolusi diri. Ali Syariati, sejauh yang penulis ketahui, dalam hidupnya telah banyak mengalami pengalaman mis­tik, dan hal ini bukahlah suatu yang hadir begitu saja, me­lainkan sesuatu yang diusahakan, diinisiasikan, dan hal itu pula yang Syariati jadikan kekuatan untuk bertahan pada keyakinan gerakannya. Alasan kedua, penulis melihat bahwa gagasan-gagasan Syariati yang ia sampaikan dan tuliskan, sama halnya dengan sikap dan pilihan hidupnya. Mungkin tidak berlebihan bila saya katakan bahwa ide-ide Syariati merupakan manifestasi dirinya sendiri. Sehingga dengan “membaca pikiran” Syariati, kita seperti menemukan peta, kompas, tentang bagaimana revolusi diri dimulai dan ha­rus berakhir pada revolusi sosial.

Penulis: Asran Salam
Dimensi: 13 x 20 cm
Ketebalan: xxiv + 120 halaman
Penerbit: Liblitera Institute
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-602-71700-3-2