Dalam Diam Kita Tertindas: Memperjuangkan Tata Dunia Baru

Buku ini menilai (meyakini) bahwa umat manusia sudah demikian tenggelam dalam krisis kemanusiaan yang begitu dalam, yang disebabkan oleh paradigma (world view) dan perilaku keseharian manusia itu sendiri. Paradigma materialistik, yang lantas diperkuat topangannya oleh kapita­lisme di bidang ekonomi (neoliberalisme), menjadi salah satu pemicu utama kriris itu. Bagaimanapun, ia telah merangsang tumbuhnya eksploitasi besar-besaran terhadap alam (lingkungan), munculnya konflik (kekerasan)/perang, krisis utang negara-negara miskin, keterasingan batin manusia, dan lestarinya penjajahan antarbangsa.

Globalisasi yang digadang-gadang oleh para pemrakarsanya akan membawa kemakmuran massal, pada praktiknya justru kian memperlebar kesenjangan antara negara maju dengan negara berkembang/miskin. Globalisasi dalam bentuk perdagangan bebas, nyatanya adalah sebuah mekanisme “pertarungan bebas” yang tidak seimbang. Joseph E. Stiglitz, pemenang Nobel ekonomi, menegaskan bahwa perdagangan bebas hanya akan menguntungkan satu pihak dan membebani pihak lain, yakni negara-negara berkembang. Kata Stiglitz, globalisasi yang terjadi saat ini adalah globalisasi asimetris, di mana negara-negara berkembang membuka pasarnya bagi aliran barang dari negara maju, tanpa timbal balik yang seimbang. Globalisasi semacam ini tetap saja menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang tidak menguntungkan, sebab perjanjian perdagangan sedari awal sudah dibuat secara asimetris.

Penulis: Alto Makmuralto
Dimensi: 14 x 21 cm
Ketebalan: xxxvi + 243 halaman
Penerbit: Liblitera Institute
Tahun Terbit: 2014 (Edisi Baru)
ISBN: 978-602-71700-0-1