Karimun Club Makassar (KCM) adalah sebuah komunitas berhimpunnya para pemakai mobil roda empat Suzuki Karimun. Seperti yang dunia kenal, bahwa pendiri brand Suzuki ini adalah Michio Suzuki, yang lahir pada 10 Februari 1887 merupakan entrepreneur yang awalnya sebagai pengusaha mesin tenun yang terbuat dari kayu. Usaha tersebut dibuat mungkin karena ayahnya adalah seorang petani kapas. Lalu kemudian setelah jatuh bangun oleh berbagai sebab, termasuk Perang Dunia Kedua yang melibatkan Jepang, akhirnya di tangannya pada tahun 1941 lahir Tokyo Outomobile Industries Company yang sekarang dikenal dengan nama Isuzu Motor Company. Saat ini perusahaan tersebut menjadi pabrikan kedua Jepang dalam anggota “Big Four” (Suzuki, Honda, Yamaha, dan Kawasaki).
Karimun sebagai salah satu produk mobil roda empat dari Suzuki, termasuk yang sangat diminati oleh masyarakat Indonesia. Ribuan kendaraan ini telah beredar di jalan-jalan di seluruh negeri ini, pun di Makassar. Mungkin salah satu sebabnya karena kendaraan roda empat ini bodinya relatif kecil sehingga kerap dibilangkan kendaraan keluarga hemat bahan bakar dan city car yang mudah meliuk-liuk di jalan-jalan berbagai tipe.
Setelah mengamati beberapa waktu lamanya, dan berangkat dari minat dan kepedulian, maka penulis dan beberapa kawan di Makassar mencoba menginisiasi pembentukan KCM (Karimun Club Makassar) berdasarkan pengalaman penulis menjadi members dan pengurus klub Karimun di Jakarta. Melalui proses dan dinamika, maka KCM pun berdiri pada 6 Maret 2005, yang saat ini di tahun 2022, telah berusia 17 tahun. Sebuah usia yang boleh dibilang cukup matang bila dilihat dari sisi sebuah komunitas atawa klub dan organisasi. Menyambut ulang tahun yang ketujuh belas tersebut, penulis mencoba mengabadikan momen-momen perjalanan KCM yang sangat indah dan penuh persaudaraan dalam bentuk buku yang sederhana. Kenapa buku? Karena menurut para bijak, buku memijakkan jejak kita dalam tempo keabadian di alam fana ini. Selama buku itu ada, selama itu pula kita akan dikenang dari generasi ke generasi. Suatu saat kita akan mangkat, tapi dengan buku, orang-orang setelah kita masih akan mengeja sepak terjang kita, termasuk di KCM ini.
Buku ini berisi tiga bagian. Dua bagian pertama diolah dari berbagai sumber, dan bagian ketiga penulis bercerita mengenai dinamika perjalanan Karimun Club Makassar dari awal hingga akhir dengan pelbagai kisah uniknya. Karena kecintaan penulis pada KCM ini, penulis pun berupaya keras menghadirkan buku yang sangat sederhana ini sebagai tugu pengingat buat seluruh members dan pengurus KCM saat ini dan waktu-waktu selanjutnya.
Penulis: Hery Ponawar Rawuh
Dimensi: 21 x 29.7 cm
Ketebalan: x + 83 halaman (Hard Cover)
Penerbit: Liblitera Press
Tahun Terbit: 2023
