Mahasiswa telah memainkan peran besar dalam perubahan sosial-politik di Indonesia, termasuk di dalamnya mahasiswa Makassar. Sejak era Orde Baru, mahasiswa Makassar telah memperlihatkan sikap kritisnya (yang radikal) dalam memperjuangkan hati nurani rakyat. Namun demikian, terdapat penyakit kronis di tubuh mahasiswa Makassar itu sendiri, yang membuat citranya sebagai pejuang aspirasi rakyat, menjadi (seakan-akan) tak punya arti sama sekali. Penyakit itu tidak lain adalah tawuran mahasiswa, yang menjadi begitu identik dengan mahasiswa Makassar, utamanya di era Reformasi.
Dalam buku ini penulis mengemukakan sejumlah data mengenai peristiwa demi peristiwa tawuran mahasiswa di Makassar. Penulis mengkritik pendekatan legal-formal yang cenderung represif oleh pihak perguruan tinggi sebagai langkah utama menanggulangi tawuran mahasiswa. Menurut penulis, upaya menanggulangi tawuran mahasiswa ini harus bersifat konfrehensif, meliputi pendekatan sosial dan pendekatan hukum, atau yang diistilahkan sebagai pendekatan socio-legal.
Penulis: Sunardi Purwanda
Dimensi: 13 x 20 cm
Ketebalan: xx + 139 halaman
Penerbit: Liblitera Institute
Tahun Terbit: 2015
ISBN: 978-602-71700-8-7
